header
spacer
H
Friday, 10 September 2010
spacer
H


Walikota Semarang
Drs.H.Soemarmo HS, MSi
Menu Utama
Home
Selayang Pandang
Pemerintahan
Produk Hukum
Peta
Perijinan
Web Links
Internal SKPD
Administrator Login
Email SKPD
Chek Email SKPD
Informasi (New)
Rekruit.Dir.PDAM
Lelang (PSDA & ESDM)
Rekruit.Dir.PD.BPR
Lelang Binamarga
Lelang Pengadaan Brng
Lelang (PSDA & ESDM)
Sayembara (Ps Johar)
Pengumuman Lelang
Ijin IMB
Ijin Gangguan
Lelang Binamarga
Penghargaan Pajak
Hasil Prakualifikasi
Perijinan PJU
Ijin Pasang Reklame
Jadwal HUT SMG 463
Laporan Keu'08
Undian PBB '09
H
Agenda Walikota

Senin,6 September 2010 Pukul 08.00 WIB

Acara Monitoning Nuspida menjelang Lebaran (Naik bus ). Rute : Balikota-rem mangkang-Bandara-Pasar Johar/Bulu , Tempat Kumpul di lobi Balikota

Pukul 16.00 WIB

Acara Buber penyapu jalandan pembagian bingkisan secara simbolis kurang lebih 500 personil, Tempat Rumdin Walikota

Pukul 08.00 WIB

Acara Monitoring kunjungan Walikota dan muspida dalam rangka persiapan menghadapi lebaran tahun 2010 1431H ke pasar , Tempat VIP Room Walikota

Pukul 09.00 WIB

Acara Rakor SKPD se Kota Semarang, Tempat Gedung Balikota

Pukul 16.00 WIB

Acara Buber Fomo, KONI,Pengurus cabang olah raga, Tempat Rumah Walikota

Pukul 18.45 WIB

Acara Terawih pemberian santunan anak yatim piatu, Tempat Bp. Nouriyadi Jl.Trajutrisno VI/Rt 08

Pukul 21.00 WIB

Acara Memberangkatan mudik bareng honda dan kompas tahun 2010, Tempat Halaman Balikota

New Page 1

Untitled Document spacer
Advertisement
Home arrow Selayang Pandang arrow Sejarah Kota arrow Masa Penjajahan H
Selamat Datang di website Pemerintah Kota Semarang www.semarangkota.go.id, Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan 1431 Hijriyah, Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-65 (17 Agustus 2010) "Dirgahayu Republik Indonesia", Mari Membangun Kota Semarang "Waktunya Semarang Setara"
Sejarah Kota PDF Print E-mail
Wednesday, 05 July 2006

Kota Semarang Masa Penjajahan

ImageKondisi kota Semarang di bawah kolonialisme Belanda memang cukup pesat perkembangannya dengan dibangunnya berbagai kepentingan Belanda. Misalnya sarana dan prasarana perkotaan seperti jalan, transportasi kereta api, pasar-pasar dan sebagainya. Bahkan dalam sejarahnya tanggal 16 Juni 1864 dibangun jalan kereta api (rel) pertama di Indonesia. Dimulai dari Semarang menuju kota Solo dan Kedungjati, Surabaya dan ke Magelang serta Yogyakarta. Kemudian dibangun 2 stasiun kereta api yang masih ada sekarang yaitu Tawang dan Poncol. Sedangkan perusahaan yang mengelola perkeretaapian ini adalah Nederlandsch Indische Spoorwagen (NIS) dengan kantornya di Gedung Lawangsewu. Perkembangan berikutnya pada tahun 1875 Pelabuhan Laut Semarang yang telah ramai dengan berlabuhnya para pedagang, dibangun dalam bentuk dan kapasitasnya agar lebih memadai lagi guna menampung berlabuhnya para pedagang. ImageSeiring dengan perkembangan armada kapal-kapal dagang yang semakin besar, maka pelabuhan Semarang mulai dapat didarati kapal-kapal yang relatif lebih besar dan dalam jumlah yang semakin banyak. Maka semakin banyak pula para pedagang yang datang baik pedagang dari Belanda, Cina, Melayu maupun orang dari Arab. ImageDi samping itu kaum pribumi pun ikut memajukan perekonomiannya dengan berdagang berbagai keperluan yang sangat dibutuhkan saudagar-saudagar tersebut. Letak Kota Semarang pun sangat strategis antara dua kota pelabuhan yang lain yaitu Batavia / Jakarta dan Surabaya. Ditengah-tengah biruk pikuk pemiagaan antar-bangsa dan dalam suasana penjajahan Belanda, Agama Islam tetap berkembang sehingga kebudayaan yang bernuansa Islampun tak lepas dari perkembangannya. Munculnya tradisi "Dugderan" yang tetap dilestarikan hingga sekarang. Dimulai pada masa pemerintahan Kanjeng Bupati RMTA Purbaningrat, pada tahun 1891 guna menandai dimulainya bulan suci Ramadhan diselenggarakan upacara sederhana dengan membunyikan suara bedug (Dug-dug-dug) dan dentuman suara meriam (Der). Sehingga jadilah istilah Dug-der, dug-der. Dalam keramaian tersebut dimeriahkan juga dengan mainan anak-anak yang disebut dengan "Warak Ngendog". Maka tradisi ini tetap dilestarikan hingga sekarang dan menjadi ciri khas budaya Kota Semarang menjelang datangnya bulan puasa bagi umat Islam. Bahkan dalam perkembangannya bukan hanya umat Islam saja tapi juga umat agama lainnya yang ada di Kota Semarang melebur dalam keramaian tradisi ini. Adapun penyelenggaraannya juga semakin ditingkatkan oleh Pemerintah Kota Semarang agar menjadi salah satu aset wisata. ImageKemudian dalam upacara Dugder, Walikota Semarang bertindak sebagai Bupati Prabuningrat yang membunyikan Bedug dan Meriam sehingga terdengar bunyi "DUG-DER". Seiring dengan perkembangan Agama Islam, dengan masuknya para pendatang di Kota Semarang yang juga membawa serta agama serta budaya mereka masing-masing. Kemudian membaur dengan warga pribumi berbagai bangsa dan budaya termasuk dibangunnya berbagai tempat ibadah seperti masjid, gereja dan kelenteng di Semarang.
Berita Popular
New Page 1
Situs Republik Indonesia
Situs Jawa Tengah
Situ bursakerja-jateng
Dinas Pertanian Kota Semarang
Dinas Pasar Kota Semarang
Situs MPR
Situs Menpan
Simpeda Kota Semarang
Situs Komisi Pemberantasan Korupsi
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Semarang
Situs Dinas Kesehatan Kota  Semarang
Dinas Pariwisata Kota Semarang
Situs DPR
 Situs central-java-tourism
 
 

 

 

     

 

H
... Mulai bulan Nopember 2009 Url www.semarang.go.id akan berubah menjadi www.semarangkota.go.id ...
H


Wakil Walikota
Hendrar Prihadi, SE, MM
 
Login Form
Username

Password

Ingatkan Saya
Lupa password?
Mau jadi member? Daftar
New Page 1








 

Pengunjung
Ada 106 Tamu Online
New Page 1

SKPD Online

PDE

Santel
Humas
BPPT
Kerjasama
Webadmin
Bapermas
spacer
Copyright : Pemerintah Kota Semarang
dibangun oleh : Bagian PDE Kota Semarang - E-mail :
bagpde@semarangkota.go.id