|
Gerakan Bersih Pantai dan Laut |
|
|
|
|
Tuesday, 12 December 2006 |
|
Kota Semarang sebagai kota pantai memiliki permasalahan tersendiri terkait dengan kondisi laut dan wilayah di kawasan pantai.Permasalahan tersebut meliputi masalah rob yang makin hari makin meningkat volume dan luas genangan airnya.
Masalah kebersihan serta mewujudkan lingkungan yang bersih dan hijau. Pengaruh global dan lokal merupakan penyebab utama terjadinya air rob. Pengaruh global terjadi karena adanya kenaikan permukaan air laut yang disebabkan suhu panas bumi yang terus meningkat. Peningkatan temperatur panas bumi disebabkan adanya gangguan keseimbangan alam yang menyebabkan mancairnya es di kutub utara dan selatan.
Menyadari akan hal tersebut Pemkot Semarang mengadakan gerakan bersih pantai yang diadakan Senin (11/12) di PPI Tambak Lorok. Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Semarang Mahfudz Ali, kepala SKPD, TNI Polri, LPMK, KIM, FIM, PKK, Komunitas Nelayan, serta mahasiswa dan anak-anak pelajar.Dalam kesempatan ini Pemkot Semarang memberikan bantuan berupa tempat sampah 10 buah, bibit margrove 1000 batang, dan pembangunan sampah sebanyak 2 unit yaitu di lokasi PPI dan dekat masjid Tambak Lorok.
Gerakan ini nantinya akan memacu masyarakat, khususnya di Semarang Utara dan masyarakat yang tergabung dalam komunitas panatai termasuk para nelayan untuk lebih peduli terhadap kondisi laut kita. Apalagi saat ini Semarang akan menghadapi penilaian Adipura, yang salah satu indikatornya adalah adanya partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kebersihan dan penghijauan.
Sedangkan permaslah lokal terjadi karena penggunaan lahan dan pemanfaatan air di sekitar pantai yang kurang terkendali. Akibatnya terjadi penurunan tanah di sekitar pantai utara Semarang. Untuk itu diharapkan masyarakat Semarang mendukung terwujudnya Semarang sebagai kota pelayanan dan Semarang Pesona Asia (Semarang Beauty Of Asia)(**infokom) |