|
Mengakhiri tahun 2009 dan mengawali tahun 2010, Pemkot Semarang mengadakan kegiatan doa bersama, Kamis(31/12) dengan bertempat di Aula Walikota. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Walikota Semarang, Mahfudz Ali, SH, Msi dengan dihadiri oleh Plt. Sekda Kota Semarang, Dra. Harini Krisniati, MM, para kepala SKPD. Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Kota Semarang, K. H Abdul Karim As-Salawy , M. Ag.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota mengajak seluruh hadirin untuk menantiasa berdoa untuk memohon bimbingan, kekuatan, kebersamaan dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi warga kota Semarang. “Mari kita terus bergandeng tangan agar kota Semarang kedepan semakin kuat, jaya, kondusif dan semakin baik dari tahun yang lain,” ajak Wakil Walikota. Dalam kesempatan tersbut, K. H. Abdul Karim As- Salawy, M. Ag juga memimpin doa bersama untuk almarhum Gus Dur. Usai mengadakan doa bersama di Aula Walikota, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan pesta kembang api di Lapangan Simpang Lima yang dihadiri pula oleh Walikota Semarang beserta istri, Wakil Walikota, Plt. Sekda, kepala SKPD. Ribuan warga memadati area Simpang Lima yang pada malam tersebut dimeriahkan oleh berbagai band serta pesta kembang api. Dalam kesempatan tersebut, Walikota mengajak seluruh warga Semarang untuk terus bergandeng tangan untuk memajukan dan menjaga kota Semarang agar kedepan dapat semakin maju. Selain mengajak warga untuk berdoa demi kemajuan kota Semarang, Walikota pada kesempatran tersebut juga mengajak seluruh penonton untuk mendoakan almarhum RI 4, K.H Abdurahman Wahid. Pada pergantian malam, tepat pukul 00.00 WIB, Walikota beserta rombongan meniup terompet tanda pergantian tahun menuju tahun 2010 yangdirangkai pula dengan kemeriahan pesta kembang api. Kemeriahan tahun baru tidak hanya dapat dinikmati oleh ribuan warga di Lapangan Simpang Lima saja, namun juga dapat dirasakan puluhan ribu warga yang berkumpul di berbagai titik perayaan tahun baru 2010 di kota Semarang seperti di Taman Tabanas dengan kehadiran grup band Kotak, Tugu Muda, serta TBRS. Di TBRS, perayaan tahun baru 2010, diadakan berbarengan dengan puncak acara Gong Tugu Muda. Tepat pada pukul 00.00 WIB, sebuah ogoh-ogoh dibakarsetelah sebelumnya diarak berkeliling TBRS. Para pengunjung juga diikutsertakan dalam acara tersebut dimana panitia meminta para penonton untuk menuliskan sebuah doa pengharapan di tahun 2010 nanti. Tulisan-tulisan doa tersebut kemudian ditempel pada badan ogoh-ogoh untuk selanjutnya dibakar bersama ogoh-ogoh. Harapan dari prosesi dibakarnya ogoh-ogoh ini adalah agar doa-doa yang tertempel akan semakin cepat dihantarkan ke langit sehingga permintaan yang tertempel akan lebih cepat dikabulkan oleh Sang Pencipta. Prosesi pembakaran ogoh-ogoh ini dipimpin oleh seniman Widyo Babahe Leksono, yang mengenakan kostum pertapa berwarna merah. Babahe kemudian menaburkan bunga, dan me-ngarak ’ogoh-ogoh’ berbentuk piramida yang terbuat dari bambu dan dibalut kain kanvas. Sementara, Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase), Marco Marnadi didampingi Sekretaris Disbudpar Kota Semarang, Suyoto memimpin pembakaran bersama dengan budayawan Sudiyatmono serta beberapa seniman lain, Marco menyulut sumbu yang dirancang melingkar panjang itu. Api pun menjilat hebat, membakar ’ogoh-ogoh’, sekaligus menghantarkan harapan warga dan seniman Semarang menuju kehidupan yang lebih baik di masa datang. Marco, mengungkapkan bahwa pada tahun-tahun yang akan datang Dekase akan berusaha membuat pembakaran ’ogoh-ogoh’ ini secara rutin, lebih besar dan lebih lama, dengan lebih banyak seniman yang terlibat, baik lokal maupun dari luar kota. Lebih lanjut, Marco berharap agar prosesi pembakaran “ogoh-ogoh” ini dapat menjadi ciri khas perayaan tahun baru di kota Semarang. Widyo Leksono Babahe menambahkan, perayaan tahun baru harus dimaknai bukan sebagai ajang hura-hura, namun sebagai momentum untuk berkontemplasi dan introspeksi, merenungkan apa yang sudah diperbuat di masa lalu, dan yang direncanakan di masa depan. |