|
Selasa(20/10), dengan mengambil start di Kelenteng Tay Kak Sie kegiatan Jalan Sehat Walikota kembali diadakan. Turut hadir dalam rombongan Walikota dalam kegiatan jalan sehat di Kel. Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah tersebut adalah Wakil Walikota, jajaran asisten, Muspika, kepala SKPD, serta forum FIM, KIM, LPMK, RT serta RW. Selain rombongan walikota, acara jalan sehat tersebut juga diikuti oleh lurah, camat, PNS serta warga masyarakat Kel. Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah.
Usai melakukan kegiatan jalan sehat bersama rombongan dan warga masyarakat, Walikota menyerahkan secara simbolis bantuan dana stimulus untuk kegiatan PKK, santunan kematian, serta alat sekolah bagi anak jalanan. Dalam sambutannya, Walikota mengungkapkan rasa syukur atas kembali terlaksananya kegiatan jalan sehat walikota dan warga ini. Menurut Walikota, kegiatan ini merupakan momentum yang baik untuk bersilaturahmi dengan para warga Kota Semarang. Lebih lanjut, Walikota juga menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kota Semarang bersama LPMK, FIM, KIM, RT, bekerja sama dengan Bank Mandiri mengadakan berbagai seminar, pelatihan dan workshop yang bertujuan untuk mencetak pengusaha di Kota Semarang. Kegiatan tersebut, lanjut Walikota, ditujukan kepada para warga masyarakat yang telah memiliki usaha maupun warga yang belum memiliki usaha. Dengan mengikuti pelatihan para warga diharapkan dapat memiliki tambahan pengetahuan mengenai pemasaran, efisiensi usaha, promosi, jaringan serta berbagai hal terkait memajukan dunia usaha. “Diharapkan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut, dapat memunculkan jiwa kemandirian warga yang sekaligus mengurangi tingkat ketergantungan warga,” ungkap Walikota. Terkait dengan pengurangan tingkat ketergantungan tersebut, Walikota menyampaikan imbauan dalam penyaluran bantuan kepada anak jalanan. Penyaluran bantuan tersebut, lanjut Walikota, akan lebih baik bila dikumpulkan dan disalurkan melalui lembaga/ yayasan, Dinsos atau pemerintah yang mengurus anak jalanan. Hal ini dilakukan agar anak jalanan mau meninggalkan jalanan dan kembali ke rumah. Walikota juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Semarang akan membiayai anak jalanan yang mau meninggalkan jalanan. Sebelumnya, Walikota telah mengajak anak jalanan untuk meninggalkan jalanan dengan mendapatkan pembiayaan dan bantuan dari pemerintah. Namun, tidak banyak anak jalanan yang merespon niat baik tersebut karena beranggapan mendapatkan penghasilan yang cukup. Oleh karenanya, Walikota menghimbau agar seluruh warga masyarakat pengguna jalan kompak dengan tidak memberi anak jalanan di jalan. Hal tersebut, lanjut Walikota, akan dapat mengurangi dan bahkan menghilangkan anak jalanan di Kota Semarang. Keinginan Walikota tersebut dikarenakan dampak jalanan yang dapat merusak fisik dan mental para anak jalanan. Selain imbauan untuk tidak memberi anak jalanan di jalan, Walikota juga menghimbau agar anak jalanan tidak lama tinggal di asrama namun akan lebih baik bila anak jalanan tersebut tinggal di rumah ataupun bersama orang tua asuh sehingga dapat merasakan kehidupan normal. |